Saya secara pribadi berpendapat
idealnya memang PNS adalah orang-orang yang ingin membaktikan diri kepada nusa
bangsa sehingga tidak akan tergoda dengan tawaran gaji besar di luar sana. Tapi
kenyataannya, menjadi PNS seringkali membuat kita dikalahkan oleh sistem.
Daripada sakit hati melihat kebobrokan sistem yang ada atau lebih buruk lagi
ikut terjerumus dalam lingkaran setan, lebih baik keluar sajalah. Apalagi
tawaran di luar lebih menggiurkan..
Penerimaan PNS yang marak dalam 5
tahun terakhir diiringi dengan perbaikan sistem dan pengetatan syarat penerimaan
pegawai. Hal ini dengan sendirinya membawa banyak talenta muda mendaftar
menjadi PNS. Belum lagi penerimaan pegawai yang didapatkan dari perguruan
tinggi kedinasan yang juga menerapkan syarat masuk dan syarat kelulusan yang
ketat. Namun, ketika mereka telah masuk ke dalam Kementerian, beberapa di
antaranya kecewa dan kemudian memutuskan keluar. Apakah mereka salah? Menurut
saya tidak.
Pekerjaan sebagai PNS mayoritas
bersifat administratif dan itu sangat membosankan, tidak menantang. Sebagian
besar tugas pegawai berkaitan dengan foto
copy, input data, dan surat-menyurat. Saya sampai pernah mendengar salah
seorang pegawai baru itu berkata “Gue merasa dibayar terlalu tinggi untuk
ngerjain kayak gitu doang”. Ada juga yang berkata “ilmu yang mereka peroleh
tidak dapat diterapkan di sini”. Sifat pekerjaan yang kental nuansa birokratis
membuat para anak muda ini semakin frustasi. Pasti sudah biasa kan dengan pameo
“Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah”. Apakah salah jika pegawai menginginkan suasana
kerja yang lebih dinamis dan menantang?
Jumlah PNS di setiap Kementerian
sebenarnya terlalu banyak sehingga saya sangat heran setiap atasan menyampaikan
bahwa mereka kekurangan pegawai. Tidakkah mereka melihat banyak anak buahnya yang
kadang-kadang saja sibuknya? Sebagian besar waktu dihabiskan hanya untuk googling, chatting, dan membuka situs-situs berita di internet. Mungkin
memang ada sebagian kecil unit yang sibuk tetapi ini lebih disebabkan oleh
struktur organisasi yang terlalu lebar dan manajemen pembagian tugas yang tidak
berjalan dengan baik. Alangkah baiknya jika struktur organisasi dan jumlah PNS
dirampingkan serta dioptimalisasi. Setiap PNS dituntut untuk bekerja secara
profesional dengan jumlah gaji yang memadai dan tidak kalah dengan perusahaan
besar. Kalau jumlah pegawainya sebanyak sekarang, ya tidak mungkinlah APBN
sanggup menggaji PNS dengan standar tinggi.. Lagipula memang tidak pantas pula
pekerjaan remeh temeh itu digaji besar dengan uang rakyat.
Sungguh aneh sekali ketika saya melihat
syarat penerimaan PNS tahun 2013 di suatu Kementerian menuliskan bahwa
diutamakan calon pegawai dengan TOEFL 600 dan IP 3,5. Hello?? Tidakkah itu
berlebihan? Menurut saya pribadi, syarat penerimaan pegawai harus benar-benar
dipadankan dengan kebutuhan unit terkait. Jangan pukul rata syaratnya sama
semua. Kalau pegawai yang dibutuhkan adalah seorang analis surat utang maka
sesuaikan requirement-nya sesuai
kebutuhan unit tersebut. Begitu juga ketika yang dibutuhkan adalah seorang
pegawai untuk meng-input SK pensiun yaa syaratnya gak usah muluk-muluk
amatlah.. Coba Anda bayangkan bagaimana rasanya seorang pegawai lulusan S2 yang
hanya ditugaskan untuk melakukan input data??
Generasi muda sekarang tumbuh di
tengah derasnya arus informasi. Generasi yang disebut generasi ‘Y’ ini memiliki
pengetahuan dan akses informasi yang jauh lebih baik daripada generasi
sebelumnya. Mereka juga tidak terlalu memusingkan urusan loyalitas kepada
pemberi kerja. Kalau ada yang lebih baik, mayoritas dari mereka pasti akan
menyambar kesempatan baru yang datang. Tidak dapat dipungkiri besarnya biaya
gaya hidup di kota-kota besar membuat semua orang menginginkan penghasilan yang
lebih besar. Para anak muda yang mengaku sebagai eksekutif muda menginginkan
bayaran profesional setara dengan usaha yang mereka berikan kepada pemberi
kerja. Di tengah kondisi seperti itu, sangatlah naif jika pemerintah
menginginkan talenta muda lulusan universitas terbaik untuk bekerja secara
loyal kepada negara dengan pekerjaan tidak menantang dan gaji standar PNS. Pekerjaan
seperti ini hanya akan membuat mereka jenuh.
Saat ini, pegawai yang memilih bertahan
hanyalah mereka yang sangat konservatif sehingga tidak mau mencari peluang
baru, mereka yang sangat idealis dan berharap menjadi agen perubahan, kaum Ibu
yang memang ingin suasana kerja yang ‘santai’ dan tidak perlu dikejar deadline ataupun lembur, dan mereka yang
sebenarnya ingin keluar namun belum mendapat kesempatan. Jadi masih mau jadi
PNS??